Sabtu, 07 Mei 2011

Tobit 13

Tob 13:1 Tobit mengarang doa ini untuk menyatakan sukacitanya:

Tob 13:2 "Terpujilah Allah yang hidup selama-lamanya, dan kerajaanNya tetap untuk sekalian abad. Memang Ia menyiksa tapi juga mengasihani, Ia menurunkan ke dalam dunia orang mati, tetapi menaikkan dari padanya juga; tiada seorangpun luput dari tanganNya.

Tob 13:3 Muliakanlah Dia, hai orang Israel, di hadapan sekalian bangsa, sebab kita dicerai-beraikanNya di antara mereka.

Tob 13:4 Wartakanlah kebesaranNya di sana, agungkanlah Dia di hadapan segala yang hidup. Sebab Dialah Tuhan kita dan Allah, Ia dalah Bapa kita untuk selama-lamanya.

Tob 13:5 Oleh karena kejahatan kita maka kita disiksaNya, tetapi kita dikasihaniNya lagi dan dikumpulkanNya dari antara sekalian bangsa, di mana kamu terserak-serak.

Tob 13:6 Jika dengan segenap hati kamu berbalik kepadaNya, dan dengan segenap jiwa berlaku benar dihadapanNya, niscaya Iapun berbalik kepada kamu, dan tidak disembunyikanNya wajahNya terhadap kamu.

Tob 13:7 Maka pandanglah apa yang akan dikerjakanNya bagi kamu, muliakanlah Dia dengan segenap mulut. Pujilah Tuhan yang adil dan agungkanlah Raja kekal.

Tob 13:8 Aku memuliakan Dia di tanah pembuanganku, dan kunyatakan kekuasaan serta kebesaranNya kepada kaum berdosa. Bertobalah, hai orang-orang yang berdosa, dan lakukanlah apa yang benar di hadapanNya. Siapa tahu kalau-kalau Ia berkenan kepadamu dan menjalankan belas kasihan kepada kamu.

Tob 13:9 Aku hendak mengagungkan Allahku dan Raja Sorgawi dan hatiku hendak bersorak karena kebesaranNya.

Tob 13:10 Dan hendaklah sekalian orang di Yerusalem menyebut serta memuliakanNya.

Tob 13:11 Muliakanlah Tuhan selayaknya dan pujilah Raja kekal, supaya bagimu Kemah-Nya dibangun kembali dengan gembira.

Tob 13:12 Maka Allah menggembirakan kaum buangan di dalam dirimu, dan yang payah di dalam dirimu akan dikasihi-Nya turun-temurun sepanjang sekalian abad.

Tob 13:13 Dari jauh banyak bangsa akan datang ke hadapan nama Tuhan Allah dengan membawa persembahan di tangan, yaitu upeti untuk Raja sorgawi; turun-temurun sorak-sorainya dilambungkan kepadamu.

Tob 13:14 Para pembencimu terkutuklah hendaknya, tetapi mereka yang mengasihi engkau akan diberkati selama-lamanya.

Tob 13:15 Bersukacitalah dan bersorak-sorailah karena anak-anak orang yang benar, sebab mereka akan dikumpulkan dan akan memuji Tuhan orang benar. Berbahagialah orang-orang yang mengasihi engkau, mereka yang bersukacita karena damai sejahteramu.

Tob 13:16 Berbahagialah orang yang berdukacita karena siksaanmu, sebab mereka nanti bergembira karena engkau apabila mereka mengagumi segenap kemuliaanmu; maka bersukacitalah mereka selama-lamanya. Hai jiwaku, pujilah Allah, Raja agung.

Tob 13:17 Sebab Yerusalem akan dibangun dengan nilakandi dan zamrud, tembok-temboknya dengan permata, menara-menaranya serta benteng-bentengnya dari mas murni; lapangan-lapangan Yerusalem akan diturap dengan arzak, manikam kumala dan permata dari Ofir.

Tob 13:18 Maka semua jalannya akan berseru: Haleluya. Bernyanyilah mereka semua dengan berkata: Terpujilah Allah yang meninggikan engkau untuk selama-lamanya."

Tobit 12

Tob 12:1 Setelah perayaan nikah itu selesai maka Tobit memanggil anaknya Tobia. Berkatalah ia kepadanya: "Nak, ingatlah memberikan upahnya kepada orang yang telah menyertai engkau. Dan ingatlah menambah upahnya juga."

Tob 12:2 Sahut Tobia: "Berapa banyaknya upah yang harus kuberikan, pak? Aku tidak menderita rugi sedikitpun, kalau kuberikan kepadanya separuh dari harta benda yang telah kubawa.

Tob 12:3 Dengan sehat walafiat aku telah diantar kembali olehnya, isteriku telah disembuhkan olehnya; iapun telah membawa uang itu bersama dengan aku dan ayah telah disembuhkannya pula. Berapa banyaknya upah yang mesti kuberikan karena itu?"

Tob 12:4 Berkatalah Tobit kepadanya: "Memang nak, sudah seadilnya ia diambilkan separuh dari segala sesuatunya yang telah dibawanya waktu datang."

Tob 12:5 Maka ia diapnggil dn Tobit berkata kepadanya: "Ambilah sebagai upahmu separuh dari segala sesuatunya yang kaubawa waktu datang, lalu engkau boleh pergi dengan selamat."

Tob 12:6 Tetapi Rafael meamnggil kedua orang itu sendiri-sendiri lalu berkata kepada mereka: "Pujilah Allah dan muliakanla Dia di depan mata semua orang yang hidup karena segala anugerah yang telah diberikanNya kepad kamu. Pujilah namaNya dan bernyanyi-nyanyilah kepadaNya. Wartakanlah kepada segala manusia perbuatan-perbuatan Allah sebagaimana layaknya. Jangan berayal memuliakan Dia.

Tob 12:7 Memang baiklah rahasia raja disembunyikan, tetapi pantaslah perbuatan Allah disingkapkan dan dimuliakan. Lakukanlah yang baik, niscaya malapetaka tidak akan menimpa kamu.

Tob 12:8 Lebih baiklah doa benar dan sedekah jujur daripada kekayaan yang lalim.

Tob 12:9 Memang sedekah melepaskan dari maut dan menghapus setiap dosa. Orang yang melakukan sedekah akan menjadi puas dengan umurnya.

Tob 12:10 Sebaliknya, orang yang berbuat dosa dan lalim menjadi seteru hidupnya sendiri.

Tob 12:11 Segenap kebenaran hendak kuwartakan kepada kamu dan tidak kusembunyikan apa-apa terhadap kamu. Sudah kutandaskan kepadamu: Baiklah rahasia raja disembunyikan, tetapi pantaslah perbuatan Allah disingkapkan.

Tob 12:12 Makanya, ketika engkau dan Sara berdoa maka ingatan akan doamu itu kusampaikan ke hadapan kemuliaan Tuhan. Dan demikianpun waktu engkau menguburkan orang-orang mati.

Tob 12:13 Ketika engkau tidak ayal-ayalan dan bangkit serta meninggalkan makananmu untuk pergi mengapani mayat itu, maka aku diutus untuk mencobai engkau.

Tob 12:14 Lagipula aku diutus oleh Allah untuk menyembuhkan baik engkau sendiri maupun Sara, menantumu.

Tob 12:15 Aku ini Rafael, satu dari ketujuh malaikat yang melayani di hadapan Tuhan yang mulia."

Tob 12:16 Maka terperanjatlah kedua orang itu lalu sujud menyembah dan ketakutan.

Tob 12:17 Tetapi berkatalah malaikat itu kepada mereka: "Jangan takut; damai sejahtera dengan kamu. Pujilah Allah selama-lamanya!

Tob 12:18 Waktu aku ada dengan kamu, maka bukan karena kerelaanku sendirilah terjadi demikian, melainkan karena kehendak Allah. Maka pujilah Dia seumur hidup, bernyanyi-nyanyilah kepada-Nya!

Tob 12:19 Telah kamu perhatikan bahwa aku tidak makan apa-apa. Hanya suatu penglihatan yang kamu lihat.

Tob 12:20 Oleh sebab itu, pujilah Tuhan di atas bumi dan muliakanlah Allah! Camkanlah! Aku naik kepada Dia yang telah mengutus aku. Tuliskanlah semuanya yang telah terjadi pada kamu." Maka iapun naik juga.

Tob 12:21 Ketika bangkit mereka tidak dapat melihatnya lagi.

Tob 12:22 Kemudian mereka memuji Allah dan bernyanyi-nyanyi kepada-Nya serta memuliakan-Nya karena segala perbuatan-Nya yang besar itu. Sebab malaikat Allah telah menampakkan diri kepada mereka.

Tobit 11

Tob 11:1 Ketika mereka mendekati daerah Kaserin yang letaknya berhadapan dengan Niniwe berkatalah Rafael:

Tob 11:2 "Engkau tahu dengan keadaan bagaimanakah kita meninggalkan ayahmu.

Tob 11:3 Karena itu baiklah kita berdua mendahului isterimu untuk menyiapkan rumah itu, sedangkan yang lain-lain meneruskan perjalanannya."

Tob 11:4 Maka bertolaklah mereka berdua. Rafaelpun sudah berkata kepada Tobia: "Bawalah empedu itu juga." Adapun anjing itu mengikuti Rafael dan Tobia.

Tob 11:5 Dalam pada itu duduklah Hana mengamati jalan yang harus ditempuh oleh anaknya.

Tob 11:6 Iapun mendapati firasat bahwa anaknya tengah datang. Berkatalah Hana kepada ayah Tobia: "Sungguh anakmu telah datang dan juga orang yang menyertainya."

Tob 11:7 Sebelum Tobia mendekati ayahnya berkatalah Rafael kepadanya: "Aku yakin bahwa mata ayahmu akan dibuka."

Tob 11:8 Sapulah empedu ikan itu kepada matanya. Obat itu akan memakan dahulu, lalu mengelupaskan bintik-bintik putih itu dari matanya. Maka ayahmu akan melihat lagi dan memandang cahaya."

Tob 11:9 Adapun Hana bergegas-gegas mendekap anaknya, lalu berkatalah ia kepadanya: "Setelah engkau kulihat, anakku, maka mulai sekarang aku dapat mati." Maka ia menangis.

Tob 11:10 Tobitpun berdiri dan meskipun kakinya tersandung namun ia keluar dari pintu pelataran rumah.

Tob 11:11 Tobia menghampirinya dengan empedu ikan itu di tangan lalu ditiupinya mata Tobit. ditopangnya ayahnya dan kemudian berkatalah ia kepadanya: "Tetapkan hati, pak!" Selanjutnya obat itu dikenakannya padanya dan dibiarkannya sebentar.

Tob 11:12 Lalu dengan kedua tangannya dikelupaskannya sesuatu dari ujung-ujung matanya.

Tob 11:13 Maka Tobit mendekap Tobia sambil menangis. Katanya: "Aku melihat engkau, anakku, cahaya mataku!"

Tob 11:14 Ia menyambung pula: "Terpujilah Allah, terpujilah nama-Nya yang besar, terpujilah para malaikat-Nya yang kudus. Hendaklah nama Tuhan yang besar ada di atas kita dan terpujilah hendaknya segala malaikat untuk selama-lamanya. Sungguh aku telah disiksa oleh Tuhan, tetapi kulihat anakku Tobia!"

Tob 11:15 Kemudian masuklah Tobia ke rumah dengan sukacita sambil memuji Allah dengan segenap hatinya. Diceritakannya kepada ayahnya bahwa perjalanannya berhasil baik; bahwa ia telah membawa uang itu dan sudah mengambil Sara anak perempuan Raguel menjadi isterinya dan bahwa isterinya masih dalam perjalanan dan sudah dekat pada pintu gerbang kota Niniwe.

Tob 11:16 Maka keluarlah Tobit menjemput anak menantunya pada pintu gerbang kota Niniwe dengan sukacita seraya memuji Allah. Melihat Tobit berjalan dan maju dengan kekuatannya seperti dahulu tanpa diantar oleh siapapun maka tercengang-cenganglah penduduk kota Niniwe. Tobitpun lalu memaklumkan di hadapan mereka bahwa ia telah dikasihani oleh Allah yang telah mencelikkan matanya.

Tob 11:17 Akhirnya Tobit mendekati Sara, isteri anaknya Tobia, lalu diberkatinya dengan berkata: "Selamat datang, anakku. Terpujilah Allahmu yang mengantar engkau kepada kami, hai anakku! Tuhan memberkati ayahmu, memberkati anakku Tobia dan memberkati engkau sendiri, hai anakku. Masuklah ke rumahmu dengan selamat, dengan berkat dan gembira! Masuklah, hai anakku!"

Tob 11:18 Pada hari itu juga terjadilah kegembiraan untuk semua orang Yahudi yang diam di kota Niniwe.

Tob 11:19 Kemenakan Tobit, yaitu Ahikar dan Nadab, ikut bergembira pula dengan Tobit.

Tobit 10

Tob 10:1 Dalam pada itu Tobit hari demi hari menghitung waktu yang diperlukan untuk pergi pulang. Setelah waktu itu genap dan anaknya belum tiba juga

Tob 10:2 maka pikirnya: "Boleh jadi ia tertahan di sana? Atau barangkali Gabael sudah meninggal, sehingga tidak ada seorangpun menyerahkan uang itu kepadanya?"

Tob 10:3 Dan ia mulai merasa sedih.

Tob 10:4 Hana, isterinya, berkata kepada Tobit: "Memang anakku sudah jatuh binasa dan tidak ada lagi di tengah-tengah orang-orang yang hidup!"

Tob 10:5 Ia mulai menangisi serta meratapi anaknya, katanya: "Celakalah aku ini, hai anakku, oleh karena kubiarkan engkau pergi, engkau yang menjadi cahaya mataku!"

Tob 10:6 Maka berkatalah Tobit kepadanya: "Diamlah, jangan berkhayal, adinda. Ia sehat walafiat! Memang mereka terhalang di sana. Orang yang berangkat serta Tobia dapat dipercaya. Ia adalah seorang dari antara saudara-saudara kita. Jangan sedih hati oleh karena anak kita, adinda. Nanti ia muncul!"

Tob 10:7 Tetapi Hana menyahut kepadanya: "Diam! Jangan memperdayakan aku! Anakku binasa sudah!" Setiap hari berulang-ulang Hana ke luar untuk menengok jalan yang telah ditempuh anaknya waktu pergi. Ia tidak percaya lagi pada siapapun. Setelah matahari terbenam barulah ia pulang, tetapi semalam-malaman ia meratap dan menangis dan tidak dapat tidur.

Tob 10:8 Setelah genaplah empat belas hari pesta pernikahan itu yang dengan sumpah dijanjikan Raguel untuk dirayakan bagi anaknya, maka datanglah Tobia kepadanya, katanya: "Izinkanlah aku pulang, sebab aku tahu bahwa ayah ibuku sudah tidak berharap lagi akan melihat aku. Dan sekarang aku mohon bapak, supaya bapak membiarkan aku pulang kepada ayahku. Sudah kuberitahukan kepadamu, bagaimana ayahku kutinggalkan."

Tob 10:9 Tetapi sahut Raguel kepada Tobia: "Tinggal saja, nak, tinggal padaku di sini. Aku akan mengutus pesuruh kepada Tobit, ayahmu, untuk memberitahukan tentang keadaanmu." Tetapi Tobia menyahut: "Jangan, pak, aku mohon, supaya engkau membiarkan aku pulang dari sini kepada ayahku."

Tob 10:10 Maka bangkitlah Raguel dan diserahkannya kepada Tobia Sara, isterinya, dan separuh dari miliknya, yaitu budak sahaya, lembu jantan dan domba, keledai dan unta, pakaian, uang dan perabot.

Tob 10:11 Demikianlah mereka diizinkannya pergi dengan sehat walafiat. Ia memberikan salam kepada mereka, katanya: "Salam, nak, selamat jalan! Moga-moga Tuhan semesta langit menganugerahi engkau serta Sara, isterimu. Dan moga-moga aku masih melihat anak-anak kamu, sebelum aku meninggal."

Tob 10:12 Kepada anaknya Sarapun ia berkata juga: "Pergilah kepada mertuamu. Sebab mulai sekarang ini merekalah orang tuamu, seolah-olah melahirkan engkau. Pergi dengan selamat, nak; biarlah aku mendengar kabar baik tentang dirimu selama aku hidup!" Lalu ia dipeluknya dan dibiarkannya mereka pergi.

Tob 10:13 Adapun Edna berkata kepada Tobia: "Anak dan saudaraku yang tercinta, moga-moga Tuhan mengantar engkau pulang dan mudah-mudahan aku masih melihat selama hidupku anak-anakmu dan anak-anak Sara, anakku, sebelum aku meninggal. Di hadapan Tuhan anakku kupercayakan kepadamu sebagai petaruh. Jangan menyedihkan hatinya sepanjang umur hidupmu. Pergilah dengan selamat, anakku! Mulai sekarang ini akulah ibumu dan Sara menjadi saudarimu. Moga-moga kita sekalian hidup bahagia sepanjang umur hidup kita, seperti halnya sekarang ini." Lalu diberinya salam kepada mereka dan dibiarkannya mereka pergi.

Tob 10:14 Tobiapun lalu berangkat dari Raguel dengan sehat walafiat. Dengan sukacita dipujinya Tuhan semesta langit dan bumi, Raja segala-galanya, oleh karena Tuhan telah membuat perjalanannya berhasil. Iapun memberkati Raguel dan Edna isterinya, dan berkata

Tobit 9

Tob 9:1 Kemudian Tobia memanggil Rafael dan berkata kepadanya:

Tob 9:2 "Saudara Azarya, hendaklah engkau mengambil sertamu empat orang bujang dan dua ekor unta. Baiklah engkau berangkat ke kota Ragai dan pergi ke Gabael. Hendaklah engkau menyerahkan kepadanya surat bukti ini lalu memungut uang itu. Dan lagi hendaklah engkau membawa dia sertamu ke pernikahan nanti.

Tob 9:3 Engkau tahu bahwa ayahku membilang-bilang hari. Apabila aku berayal-ayalan, niscaya ayahku sangat sedih hati.

Tob 9:4 Dan engkaupun tahu baik-baik apa yang telah dijanjikan oleh Raguel dengan sumpah dan sumpah itu tidak dapat kulanggar."

Tob 9:5 Maka berangkatlah Rafael dengan disertai empat bujang dan dua ekor unta itu ke kota Ragai di negeri Media. Ia bermalam pada Gabael. Kepadanya diserahkannya surat bukti tadi dan diberitahukannya tentang Tobia bin Tobit, yakni bahwasanya ia telah mengambil isteri, dan ia mengundang Gabael juga ke pernikahan itu. Maka Gabael bangkit dan dibilangnya kantung-kantung yang masih bermeterai itu. Lalu dimuatkannya semua.

Tob 9:6 Pagi-pagi benar berangkatlah mereka berdua dan kemudian tiba pada pesta pernikahan itu. Mereka masuk ke rumah Raguel dan mendapati Tobia sedang makan. Maka Tobia melonjak berdiri, lalu diberi salam oleh Gabael. Gabael memberkati Tobia sambil menangis, katanya: "Anak mulia dan baik dari bapak yang mulia dan baik, benar dan penderma! Moga-moga Tuhan semesta langit memberkati engkau serta isterimu, ayah dan ibu isterimu. Terpujilah Allah, karena aku telah dapat melihat gambaran Tobit, saudara sepupuku!"

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More